Kamis, 04 Juni 2015

Tidak Akan Pernah!

"Hari ini adalah salah satu dari sekian hari sedihku, dan hari ini berhasil membuatku terpuruk. Mengapa ada hari ini? Sudah jelas adanya hari ini karena banyak jiwa-jiwa yang berharap kehadiran hari ini. Lalu mengapa aku tidak berharap kehadiran hari ini?"

Baiklah, kali ini aku tidak akan menjadi pendongeng ulung untukmu. Kamu sangat tahu, aku bukan tipe yang banyak bicara. Hanya saja ketika aku nyaman pada seseorang, aku cenderung banyak bicara. Salah satunya nyaman denganmu. Namun untuk hari ini aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu. Akan aku dengar semua apa yang ingin kamu katakan. Katakanlah semuanya, hingga tidak ada sedikit rahasiapun diantara kita. Katakan saja, tidak perlu takut. Aku akan selalu ada untuk kamu.

Jikalau kamu masih belum bisa mempercayaiku, aku akan minta satu hal darimu. Coba julurkanlah jari kelingking kecilmu itu, aku ingin menyatukannya dengan jari kelingkingku. Dan aku tidak akan melepaskannya hingga kamu bisa merasakan betapa aku benar-benar berjanji padamu untuk menyimpan apapun yang akan kamu katakan.

Kau sudah percaya padaku? Baiklah, kini ceritakan padaku apa alasan yang membuatmu selalu bersedih ketika hujan turun, ketika kamu berada dikeramaian dan ketika kamu menyendiri.

Aku lihat, belakangan ini kamu lebih sering bersedih. Tiap-tiap harinya kamu lebih sering menyembunyikan senyum manismu itu. Padahal hal itu yang membuatku bahagia. Dan hari ini kamu mengungkapkannya, bahwa kamu selama ini memiliki masalah yang sangat menyakitkan. Menyakitkan untukmu, begitu pula untukku. Selama ini kamu simpan diam-diam. Hanya kamu, kedua orang tua kamu, dan seseorang asing yang jauh disana. Kini biarlah aku yang simpan, sekaligus aku ingin mencari cara apapun agar masalahmu ini tidak terjadi. Apa? Kamu menangis? Kumohon jangan menangis tuan putri. Jangan bersedih, aku tidak tega melihatmu bersedih. Hatiku remuk ketika melihatmu menangis, ingin kucaci maki diriku sendiri yang gagal sebagai laki-lakimu. Biarlah aku memelukmu, mengelus rambutmu, mendekapmu. Biarlah bajuku basah karena air matamu, setidaknya aku dapat menyembunyikan sedihmu pada bumi. Karena jika bumi tahu kamu menangis saat ini, aku rasa ia akan ikut bersedih.

Aku tidak akan membiarkannya, jelas aku akan menentang keputusan itu. Akan aku cari cara apapun agar hal itu tidak terjadi. Kamu tahu kan bahwa aku mencintaimu, sangat mencintaimu, begitupula kamu. Kita sudah membuat banyak kenangan, dan aku tidak akan membiarkannya pupus waktu demi waktu. Tidak akan pernah!

Ciampea, Juni 2015

0 komentar:

Posting Komentar