Catatan Merah Mudah
No comments
Bukan Keinginanku
"Kawan, persahabatan diantara kita ibarat samudra rasa. Terkadang ia tenang, bergelombangpun hanya sedikit-sedikit seperti bersahabat dengan kita. Terkadang juga beriak, pakai perahupun dihempaskannya kita. Terkadang kita saling mendukung, terkadang pula kita saling membenci. Namun selama kita masih berkeinginan untuk memiliki samudra rasa itu, mari kita hancurkan ego kita. Walaupun memang berat"
Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini. Aku hanya bisa terdiam membisu sesaat wanita dengan kerudung berwarna pink itu menyuruhku untuk menilai semua teman-temanku dan mengungkapkannya di depan semuanya. Wanita itu adalah guru kita, sekaligus teman diskusi terhebat kita juga. Sebenarnya, menilai kelebihan dan kekurangan dari teman sendiri bagiku tidak masalah. Hanya saja ketika mengungkapkannya aku tidak bisa. Dalam pikirku, hal demikian dapat menimbulkan masalah jika salah dicerna. Aku tidak ingin temanku menjauhiku hanya karena hal sepele. Terlebih, temanku yang saat ini kunilai adalah teman yang sangat berharga bagiku sejak kelas 1 SMP. Banyak sekali kisah antara kita, senang bersama, sedih bersama bahkan pernah saling membenci juga. Namun justru semua kisah itulah yang membuat persahabatan kita jadi lebih erat. Jelas, aku terjebak dalam keadaan yang tidak aku ingini.