Senin, 22 November 2021

Shuumatsu no Valkyrie (Record of Ragnarok) : Akar Permasalahan

             Anime dengan judul “Shuumatsu no Valkyrie” atau yang dikenal dengan “Record of Ragnarok” menjadi salah satu anime yang saya sukai. Mengapa tidak, anime ini memiliki “Power” dari berbagai aspek. Anime ini memiliki banyak aspek yang menarik seperti alur cerita yang tidak biasa, latar belakang yang sangat nyata dan mengenaskan, penampilan karakter yang kontroversial, pengemasan pertarungan yang luar biasa, dan banyak hal lainnya yang membuat anime ini menjadi salah satu anime berkualitas menurut saya. Jika dibahas satu persatu akan sangat panjang sekali, untuk kali ini saya akan menjelaskan aspek mengenai latar belakang atau akar permasalahan yang ditunjukan oleh anime ini. Saya lebih suka menyebutkan anime ini dengan “Record of Ragnarok” karena penyebutannya yang lebih familiar bagi saya. Anime ini mengambil latar belakang permasalahan yaitu keberakhiran umat manusia atau kemusnahan untuk seluruh manusia dari tujuh juta tahun manusia menginjakan kaki di bumi. Kemusnahan ini bukan karena disebabkan gempa bumi dimana-mana, tsunami yang besar, hantaman asteroid raksasa, perang dunia ketiga, penyerangan ras alien, atau apapun melainkan karena kehendak para pencipta yaitu para dewa itu sendiri.

            Pertanyaannya, mengapa para dewa sampai ingin memusnakan umat manusia yang mereka sendiri bimbing dan ciptakan? Jawabannya mutlak, karena umat manusia lah yang seolah-olah menginginkan kemusnahan itu sendiri. Cerita berawal dengan berlatarkan di suatu aula gedung para dewa yang sangat megah luar biasa, para dewa melakukan konferensi mengenai nasib umat manusia. Konferensi ini dilakukan selama 1000 tahun sekali untuk membahas keberlanjutan seluruh umat manusia. Konferensi para dewa ini dipimpin oleh Zeus yang merupakan pemimpin dari para dewa. Sayangnya pada timeline saat konferensi ini berlangsung, Syiwa memberikan pendapat bahwa umat manusia sebaiknya diakhiri keberadaannya, karena manusia selama 1000 tahun terakhir tidak pernah berubah dan selalu berperang menghancurkan diri mereka sendiri. Pendapat tersebut kemudian disetujui oleh Aprodhite yang menambahkan bahwa manusia hanya merusak bumi dengan memenuhi sampah serta minyak, manusia juga merusak hutan secara berlebihan dan tidak sedikit makhluk hidup di bumi mengalami kepunahan karena keserakahan manusia. Konferensi tidak berlangsung lama, semua dewa sepakat untuk mengakhiri keberadaan seluruh umat manusia.

            Ketika Zeus ingin mengetuk palu kesepakatan namun tidak disangka tiba-tiba dua valkyrie bernama Brunnhilde kakak tertua dan Goll adik termuda para valkyrie menghentikannya. Brunnhilde dengan lancang berbicara didepan para dewa, terlebih dihadapan Zeus bahwa ia keberatan dengan kesepakatan tersebut. Odin pun menatap kedua valkyrie tersebut dengan tatapan yang sangat mengerikan. Brunnhilde dengan kalimat yang cakap mengajak para dewa untuk tidak membasmi manusia secara instan, melainkan mengajak para dewa bertarung melawan umat manusia dalam suatu pertarungan suci. Pertarungan yang dimaksud tersebut yaitu “Ragnarok”, sebuah pertempuran umat manusia melawan para dewa berhadapan satu melawan satu.

            Membahas mengenai Ragnarok yaitu merupakan suatu peraturan yang dibuat oleh para dewa sendiri jika terjadi konflik antara manusia dengan dewa. Pertarungan ini dilakukan oleh 13 petarung dari masing-masing pihak manusia dan dewa. Jika salah satu pihak kalah sebanyak tujuh kali maka pihak lainnya akan memenangkan pertarungan keseluruhan. Namun peraturan tersebut tidak pernah diterapkan karena hal tersebut hanya sebagai lelucon untuk para dewa. Sebuah lelucon yang sangat tidak masuk akal pertarungan antara manusia melawan dewa yang hasilnya sudah jelas manusia tidak akan bisa memenangkannya. Adalah sebuah kemustahilan manusia dapat memenangkan pertempuran dengan para dewa. Namun dengan cerdiknya Brunnhilde memanas-manasi para dewa sehingga emosi para dewa tersulut termasuk Zeus langsung mengetuk palu kesepakatan bahwa akan diadakannya pertarungan akhir antara dewa dengan manusia, yaitu “Ragnarok”. Dengan ketukan keras dari Zeus mengakhiri konferensi para dewa tersebut, lalu Brunnhilde dan Goll ditugaskan untuk mencari 13 perwakilan manusia dari tujuh juta tahun sejarah kehidupan yang layak untuk melawan para dewa.

0 komentar:

Posting Komentar